Thursday, October 14, 2010

Seputar Indra Info

Boyindra menyajikan info-2 menarik barangkali yang anda perlukan di sini
Readmore »

Thursday, October 1, 2009

ReuNi DaN MeNGaNTaR LuKDY KiM Ke PeLaMiNaN


REUNI JALAN KE HMCN 26-09-09

hasil jepretannya ....disini ...
Readmore »

Thursday, July 16, 2009

TiDaK MeNGaPa TeRLaMBaT

Tidak mengapa terlambat daripada tidak samasekali
by Eddy H SANA



Ini adalah sesuatu yang sebelumnya tidak atau belum kita lakukan sehari hari.
Sementara ini kita hanya mengerti efek dari kebiasaan aktivitas orang tua sehari hari yang begitu baik dan mengandung unsur tinggi dalam pendidikan anak, semula mungkin hanya dianggap suatu kebutuhan atau keperluan yang mendesak sesuai jaman itu; halaman selalu di penuhi dedaunan kering yang berserakan dari dahan yang berguguran akibat terpaan angin, orang tua yang tidak punya pembantu terpaksa mengerjakan sendiri setiap pagi buta sebelum mempersiapkan sarapan pagi keluarga.

Jaman dulu ayam, anjing dan kucing dan ternak lain berkeliaran kemana mana dan tentunya akan membuang kotorannya dimana mana, barang kali dari pemikiran ini orang tua membersihkan halaman setiap pagi selain agar tampak bersih juga menghindari anak-anak bermain menginjak kotoran ayam atau anjing dan kemudian terbawa kedalam ruangan rumah, disini ada tindakan preventive dan alasan keselamatan.
Dulu setiap pagi hari akan selalu diramaikan masing masing rumah membersihkan halaman seperti berlomba siapa yang bangun paling pagi dan paling bersih dan sesuai dengan luas halaman masing-masing , masing masing hampir punya pemikiran yang sama kalau ada tetangga yang datang, berkunjung kerumah tentu tidak merasa enggan karena halamannya sudah bersih; halaman mencerminkan welcome tetangga, welcome anak-anak main disini, disini sudah bersih dan aman.

Bagaimana dengan rumah yang secuil halaman selain mereka tak sanggup membeli penghias kebun, mereka memindahkan pohon berdaun ke tempat tempat yang mungkin bisa diisi media tanah dan pot – pot kaleng atau bekas apa saja yang bisa dia tanami termasuk menggantung tanaman yang menjulur dan berdaun hijau, selain di siram setiap pagi dan sore juga setiap lembar daunya dibersihkan sampai tampak bersih dan indah.
Banyak pohon liar dari hutan kini masuk rumah dengan begitu anggun dilihatnya, kuping gajah, kadaka, pakis, dan banyak lagi, Ini semua berasal dari pemikiran orang yang tidak mampu yang ingin menghadirkan taman di rumahnya.

Hal ini semakin ramai dan semakin semarak karena celoteh anak dan anak tetangga, yang satu bilang : bu !… kemarin aku jalan bareng dengan temanku ke sekolah dan mampir kerumahnya, sampai di depan rumahnya, aku disapa ibu temanku sekelas ditanyain apa kabar? … dan ia kirim salam, lalu aku jawab aku baik dan ibu juga baik baru saja selesai membersihkan halaman depan rumah.
Setelah mengantarku ke dalam rumah, ibu melanjutkan membersihkan halaman belakang;…
Bu !! … tahu nggak halamannya juga bersih seperti halaman kita.
Enak…ya.bu… punya halaman bersih, nanti sore dia mau main ketempat kita
aku bersihkan sedikit sebelum aku mandi ya…bu??,
Soalnya waktu aku nanya temanku dia bilang dia bersama ibunya membersihkan halaman tetapi dia hanya menolong bawain tempat sampah kering saja…… ibunya bilang Oh iya ,.. teman ibu disana juga bilang kalau membersihkan halaman terkadang berdua atau anaknya membersihkan sedikit di sore hari, jadi paginya ibu membersihkan tidak terlalu banyak.
Itu celoteh anak ke ibu ke anak yang lain, begitu berantai, semua rumah seperti berlomba membersihkan halaman masing masing.

Jaman memang bergeser dan membawa perubahan banyak ibu yang tidak sempat melakukan hal seperti ibu.
Dalam cerita tadi, … karena perubahan social, perubahan perilaku akibat keadaan antara lain kesibukan menuntut waktu sehingga meninggalkan kebiasaan ibu-ibu yang punya waktu, sehingga perlombaan mulai berkurang pesertanya.
Disamping itu datang jaman dimana ibu juga harus bekerja di luar untuk memenuhi kebutuhan, karena penghasilan kepala keluarga tak mencukupi untuk keperluan seminggu.
Ada lagi perubahan pemikiran untuk mencari tambahan penghasilan karena penghasilan kepala keluarga hanya cukup satu bulan saja alias pas pas an tidak ada kelebihan sama sekali, demikian pula dengan perubahan social dan kondisi lingkungan.
Penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup tiga enam bulan pun masih mencari tambahan sudah barang tentu ini pola pikir yang lain lagi.

Pergeseran dan perubahan ini berdampak pada pendidikan sehari hari yang majemuk dan
mengarah pada kecenderungan yang lain, sehingga keindahan kebersihan untuk orang lain menjadi berubah juga, keindahan untuk gengsi dan status social, semangatnya sudah berubah, tidak lagi indah tapi mahal,….. sederhana tapi mahal,….. wah dan mahal.

Ada pemikiran segelintir yang prihatin di kalangan pemerintah, demi keindahan bersama dicanangkan penanaman sejuta pohon, pohon dibagikan kepada masyarakat untuk memenuhi target, sementara mereka belum sanggup mengajak orang orang kembali kepola keindahan dan kebersihan untuk kehidupan bersama sementara blue print orang orang sudah tercetak di kepala masing masing, “ Ngapain fasilitas umum kita bersihkan kan ada petugasnya buat apa kita bayar??? !!! …..

Pertanyaan untuk yang merasa hand up ; “ ..Ya … udah ikut jaman saja … “ ; jamane jaman edan yen ora melu edan ora keduman,……. Kalau sudah begini memang kelihatan semakin ruwet
“ E m a n g g u e p i k i r i n !!!! au ah elap…. … “
Gimana ya kok ga aman aman…….boro2 gue … polisi aja gak bisa ngamanin.
Gimana ya cari kerjaan…………… boro2 gue….Yang punya duit aja masih cari kerjaan.
Gimana ya ekonomi kita………… elu lagi yang udah mapan ekonominya aja bingung.

Ada orang yang merasa sedih di kalangan yang mulia dan terhormat pun banyak yang ceritra pakaian dalamnya.

Jadi gimana apa kita harus kembali ke jaman dulu,….. ya ..enggak lah,…. Siapa juga yang mau, dijajah belanda lagi, di jajah bangsa sendiri aja pegel….siapa yang bisa….: nggak ah,…
Tetapi kita tetap berharap akan ada perubahan walau sangat pelan karena tertahan oleh keinginan kembali ke jaman kemarin dimana pengusaha bermain duit untuk meraih keuntungan tak perduli siapa yang dirugikan. “.. sedikit demi sedikit kita harus bergeser “ … kata Sri Mulyani cari dulu akar permasalahannya yang harus terus menerus di kemo, di operasi di semua sector, karena ini adalah pendidikan dasar selama 3o tahun yang harus dirubah,… merubahnya ya cara kita sopan santun.

Jadi kita masih berharap kita sadar akan memberikan contoh pada anak kita tanpa harus mendidik, tetapi dia atau mereka akan terdidik, menghijaukan untuk kepentingan bersama, menanam untuk kepentingan bersama, membersihkan untuk kepentingan bersama,….. diharapkan kita akan berperi laku berguna untuk orang lain.
Kita tak sanggup merubah dunia ini, kita tak sangup merubah Indonesia ini, kita tak sanggup merubah , merubah orang lain,…. Tetapi kita coba kita rubah diri kita sendiri
Berat,… mungkin berat,… sulit mungkin sulit.
Kalau kita tak sanggup memberi setidaknya kita mencoba untuk tidak minta
Kalau kita tak sanggup menghentikan setidaknya kita coba tidak melakukan
Kalau kita tak sanggup memberitahu setidaknya kita diam.
Tidak minta contoh,….. tidak melakukan contoh, kita diam juga …..contoh untuk kita dan anak2.
Dan banyak contoh contoh yang lain yang dapat berdampak positip pada perubahan, perilaku dan pendidikan, biarkan anak2 kita berceloteh tentang contoh.

Kita berharap
Pada saatnya nanti kita bisa berharap mau pake jalan umum silahkan gak ada pintu tol sebagaimana dulu tetangga di belakang rumah mengunakan halaman kita untuk lewat ke depan. Pada saatnya nanti kita menolong orang tidak lagi dicurigai dan di persalahkan.
Pada saatnya nanti tak ada kecurigaan satu sama lain diantara kita.
Pada saatnya nanti senyum kita adalah senyum hati kita bukan mulut kita.
Seperti halnya jaman baheula kakek kakek kita menegur yang lewat menerima tamu dengan senyum dan teh manis atau atau teh pahit atau air dingin.

Ijo royo royo,
Suka pura nga daun ngora
Gotong royong, ringan sama di jinjing berat sama di pundak
Ke sungai jadi se danau, kedarat jadi se lembah.
Holopis kuntul baris
Adil makmur gemah ripah kerta raharja
Ewe denok sawah ledok…..Istri bahenol sawah molek
Buncir leuit loba duit ……. Gudang beras penuh duit di bank numpuk


Satu , dua decade
kita tunggu datangnya sinar matahari pagi
Yang memanggil kita untuk berdiri
Menyambut bersama datangnya Indonesiaku
Yang pernah dititipkan bangsa dan negara ini
Untuk tidak di gadaikan lagi untuk ekonomi atau politik
Terima kasih engkau patriot ku

Mari kita bersabar untuk merdeka

Phnom Penh Juli 2009
Readmore »